Menulislah

menulislah, karena yakin tulisan kita bisa merubah. 

menulislah, karena yakin tulisan kita bisa menghibur.

menulislah, karena yakin tulisan kita bisa menemani.

kita tdk pernah tahu. boleh jadi di sana… di salah-satu gedung tinggi, apartemen2, padatnya kota hongkong, di sebuah kamar sempit, lelah setelah bekerja sepanjang hari, dimarahi majikan, kangen negeri sendiri, ada seseorang yg tertawa, menangis, tiba2 merasa begitu bersemangat, memiliki inspirasi, setelah membaca tulisan kita. salah-seorang saudara kita yg jadi TKW. blog, MP, notes kita menjadi penghiburan.

kita tdk pernah tahu. boleh jadi di sana… di kolong jembatan, kota yg panas, tanah dgn onta dan korma, di balik dinding kardus. lelah setelah berminggu terkatung menjadi imigran tdk diinginkan, ada seseorang yg tertawa, menyeka pipi, buncah oleh pengharapan, setelah membaca tulisan kita. salah seorang saudara kita yg jadi buruh imigran di arab, terusir seperti gelandangan, tdk ada yg mau mengurusi. blog, MP, wordpress, notes kita menjadi teman.

kita tdk pernah tahu. boleh jadi, ibu2 buronan besar itu, yg hampir dua tahun minggat, bersembunyi di negeri orang, selalu melepas kerinduan atas tanah air dari rumah kontrakannya, dengan membuka blog, MP, wordpress, notes kita. bahkan tdk sabaran kapan cerbung kita akan bersambung, hendak menyapa takut ketahuan lokasinya.

kita tdk pernah tahu. boleh jadi, di sebuah kamar berdinding putih, ranjang empuk, terbaring sakit seorang anak perempuan. berhari2, sendirian, rindu dgn keluarganya yg tdk bisa membesuk, rindu kembali sehat. dan hanya blog, MP, wordpress, notes kita yang menjadi teman. memberikan semangat. membuat tertawa.

menulislah, dgn keyakinan bahwa itu bisa merubah, menghibur dan menemani. jangan pedulikan jumlah komen, jumlah like, jumlah pengunjung. menulislah! karena dunia ini akan jauh lbh baik jika semua orang pintar menulis—bukan pintar bicara. 

menulislah! *nah, jika kalian sdh mencapai level itu, selamat datang di dunia menulis sesungguhnya.

Ditulis oleh : Tere-Liye

source: https://www.facebook.com/notes/darwis-tere-liye/menulislah/291398930910682

Always Be There

Alllahu Akbar…

If you ask me about love
And what i know about it
My answer would be
It’s everything about Allah
The pure love, to our souls
The creator of you and me,the heaven and whole universe
The one that made us whole and free
The guardian of HIS true believers
So when the time is hard

There’s no way to turn
As HE promise HE will always be there
To bless us with HIS love and HIS mercy
Coz, as HE promise HE will always be there
HE’s always watching us, guiding us

So when the time is hard
There’s no way to turn
As HE promise HE will always be there
To bless us with HIS love and HIS mercy
Coz, as HE promise HE will always be there
HE’s always watching us, guiding us
And HE knows what’s in all in our heart

So when you lose your way
To Allah you should turn
As HE promise HE will always be there…

HE bring ourselves from the darkness into the light
Subhanallah praise belongs to YOU for everything
Shouldn’t never feel afraid of anything
As long as we follow HIS guidance all the way
Through the short time we have in this life
Soon it all’ll be over
And we’ll be in His heaven and we’ll all be fine

So when the time gets hard
There’s no way to turn
As HE promise He will always be there
To bless us with HIS love and HIS mercy
Coz, as HE promise HE will always be there
HE’s always watching us, guiding us
And HE knows what’s in all in our heart

So when you lose your way
To Allah you should turn
As HE promise HE will always be there…

Allahu Akbar…

So when the time gets hard
There’s no way to turn
As HE promise He will always be there
To bless us with HIS love and HIS mercy
Coz, as HE promise HE will always be there
HE’s always watching us, guiding us
And HE knows what’s in all in our heart

So when you lose your way
To Allah you should turn
As HE promise HE will always be there…

Allahu Akbar…

Yap..lirik lagu diatas adalah lagu yang beberapa hari ini sering terputar di playlist saya :)

Lagu dari Maher Zein, judulnya Always Be There

Saya sangat suka lagunya. Ntahlah, pas pertama denger itu..nada nya enakeun, udah gitu liriknya bagus banget. Serius. Gak bohong. Dan semenjak itu, lagu ini sering banget diputer di playlist saya.

Dan kata-kata di lagu itu yang paling saya suka adalah

As HE promise HE will always be there

Ya, Allah tidak akan pernah meninggalkan kita

Allah tidak akan menjauhi kita

Pun ketika merasa bahwa kita dan Allah sedang jauh, sejatinya itu bukan Allah yang menjauhi kita

Tapi kitalah yang menjauhi Allah

Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang orang yang beriman bersamanya berkata, “kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat. (Q.S Albaqarah: 214)

Wallahu a’lam bishawab

Dia selalu bilang, dia percaya padaku

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Waktu itu, saya baru pulang berobat ke salah seorang dokter spesialis dekat rumah. Oleh-oleh berkunjung ke dokter itu, saya dikasih obat. Oke, singkat cerita, obatnya sangat mahal (kalau buat saya sih :D ). Sesampainya di rumah, lagi ada ibu di Bandung. Biasalah..cerita-cerita, ngobrol. Lalu saya proteslah, ngomel-ngomel ke ibu.

Saya : Ih, obatnya mahal banget. Padahal cuma krim doang

Ibu : Yaudahlah, gak usah ngomel-ngomel. Berarti kan, ntar pas kamu bikin obat, sekali bikin harganya segitu.

Saya : Iya juga ya (sambil nyengir-nyengir seneng). Eh tapi, masih lama banget. Aaah..belum harus ujian apotekernya, kan susah banget (udah desperate duluan ngeliat ujian apoteker kemaren)

Ibu : Ya jangan putus asa duluan dong. Insya Allah kamu mah bisa. Ibu mah percaya sama gilang.

Saya : . . . . . .

***

Dan kata percaya itulah yang selalu di ucapkannya..selalu

Kalau di ingat-ingat..

ah ya, kata percaya itulah yang membuat saya tumbuh

Kata percaya itulah yang membuat saya belajar

Kata percaya itulah yang membuat saya bertanggung jawab..

ah, dengan hanya kata itu.

Entah apa yang tersembunyi di balik kata percaya itu.

Yang jelas, saya selalu bisa menemukan kekuatan hebat setelah mendengar kata percaya itu dari ibu.

Allah, Rasul-Nya dan Orang-orang mukmin yang Akan Melihat

Dan katakanlah “bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.

Q.S. At-Taubah : 105

Well..ini ayat favorit teman saya :)

Yang jelas, ayat ini benar-benar menjadi penopang saya selama Ramadhan kemarin.

Tidak peduli, ada orang yang melihat atau tidak. Tidak peduli ada orang yang memperhatikan atau tidak. Yang jelas, yang saya tahu, Allah, Rasul-Nya dan orang-orang mukmin pasti akan melihat pekerjaan saya itu. Itu cukup. Tidak perlu seisi kelas yang tahu. Tidak perlu seisi kampus tahu. Tidak perlu seisi dunia tahu. Sungguh, itu benar-benar sudah sangat cukup. Bahkan, dengan hanya Allah, Rasul-Nya dan orang-0rang mukmin yang melihat, itu sudah sangat berat bagi saya. Bagaimana kalau yang saya kerjakan adalah hal buruk? Bagaimana kalau yang saya kerjakan adalah sesuatu yang tidak bermakna? Bagaimana kalau saya dinilai tidak sungguh-sungguh? Bagaimana kalau saya ternyata sangat lalai? Bagaimana??

Tentang Berbaik Sangka

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Hari itu, seperti hari-hari sebelumnya selama seminggu perkuliahan, saya pulang sampai rumah jam 7 malam. Seperti biasa (lagi), saya sampai rumah itu dalam keadaan belum makan. Jadi, sesampainya di rumah, hal yang pertama kali dilakukan adalah membuka meja makan, melihat ada lauk apa aja, ngambil piring dari rak piring, ngambil nasi secukupnya, ngambil lauk, lalu makan. Kali ini, saat makan malam, saya sambil nonton TV. Saya menyetel channel SC*V yang sedang menayangkan sinetron PPT. Sinetron yang memang cukup favorit ditonton oleh keluarga saya saat Ramadhan.

Nah, sedang di tengah-tengah cerita. Jadi, ceritanya, si Juki itu lagi gak punya uang, terus dia makan di warung nasi gitu. Dia bingung gimana cara bayarnya. Terpikirlah cara licik, dia mau kabur.

Juki : “Bu, mau nambah lagi dong nasinya”
Penjual Nasi : “Alhamdulillah…saya seneng ada pembeli yang nambah.”  (membalikkan badan, ngambil nasi dan lauk sambil tetep ngobrol).
Juki : (Tau si ibu penjual nasi sedang lengah, dia mengendap-ngendap kabur)
Penjual Nasi : “Bukan masalah uangnya, saya senang, berarti masakan saya dihargai orang lain” (membalikkan badan, lalu kaget pembelinya udah kabur)

Lalu..apa yang terjadi? Marahkah si ibu penjual nasi itu?? Apa yang dia katakan selanjutnya??

Saya, sebagai penonton menduga bahwa si Ibu penjual nasi itu akan marah-marah. Karena mungkin, saat saya ada di posisi ibu tersebut, saya akan marah besar. Tapi tahukah kalian apa yang dikatakan ibu tersebut??

Haa..udah sering kejadian kayak begini. Pembeli pada kabur dan gak bayar masakan saya. Ini pasti karena masakan saya yang tidak enak

Oke, kagetlah saya. Subhanallah..si ibu nya malah bilang gitu. Well..meskipun ini cuma ada di sinetron, hal ini cukup menampar saya.

Yap..setelah beres semuanya, lalalala, lililililili.. dan..sampai lah waktu saya membuka facebook. Di facebook di sebuah grup ada tulisan yang ditujukan ke saya yang isinya “syuro lalalallalalaala *disensor :P * jam 7.30 pagi. Konfirm ke hape saya”

Dalem hati “Jam 7.30?? saya kan kuliah jam 8. Bisa aja sih, 30 menit bahas ini itu dkk, cuman kan, paling mereka datengnya telat kayak biasanya, terus baru mulai syuronya jam 8. yee..mana bisa

Akhirnya saya konfirm lah tidak bisa hadir syuro. Gak lama berselang……saya ingat satu hal………… Astagfirullah…tadi teh saya udah suudzhan sama saudara saya sendiri? Padahal sebelumnya baru diingetin sama film! T__T

Dan setelah saya sadar. Eh, besok kan kuliahnya jam 9 -___-”

Euh..udah salah, suudzhan pula. GREAT! Akhirnya saya sms lagi konfirmasi bahwa saya bisa hadir syura.

Well..

Pada akhirnya memang, syuranya ngaret seperti apa yang saya “suudzhan” kan. Hei, sering banget kan kayak gitu? Karena entah mungkin sudah terbiasa atau udah hapal sifat mereka, apa yang kita prasangaka kan pun emang bener kejadian. So, apakah itu salah?

Entahlah, saya tidak tahu apakah itu salah atau tidak. Yang jelas, yang saya tahu, terhadap saudara kita sendiri sudah keharusan bagi kita untuk selalu berbaik sangka kan? Ah, untuk yang belum kita kenal saja kita seharusnya tetap berbaik sangka padanya, apalagi ini, teman yang sudah kau kenal sejak lama.

Ya bisa jadi, mereka masak dulu di rumahnya, atau mungkin ngepel, cuci piring (wahahaha..teu kabayang eung dua ikhwan itu melakukan pekerjaan rumah tangga :D ) makanya mereka telat. Yaa..meskipun aneh juga sih, masa tiap syura telat mulu :D

Kalau ternyata alasan telat mereka karena memang merekanya yang lalai, yasudahlah… itu urusan mereka dengan Allah. Saya udah sering ngingetin mereka kalau telat. Biasanya sih lewat status FB yang SUPER NYEPET (kalau orang melankolis yang over sensitif kaya saya udah mulai nyepet, bisa sangat menohok dan menusuk-nusuk, maap ya :P ). Ya..saya percaya kok, mereka juga sudah mengerti akan pentingnya waktu.

Bukannya sok bijak, atau apa..

Hanya saja..saya sangat tau rasa sebal menunggu

Karena itu, mulai sekarang saya mencoba untuk selalu tepat waktu

Saya tidak ingin, mendzalimi kalian, dengan waktu yang kalian punya..

Karena waktu saya dan kalian, sama berharganya

Maaf..untuk prasangka, yang bahkan kalian tidak pernah tahu tentang itu..

wallahu’alam :)